17 Agustus 2026 10 menit baca

Cara Setting MikroTik untuk Billing Internet Pemula

MikroTik adalah router paling populer di kalangan ISP dan RT/RW Net Indonesia. Namun banyak operator baru yang kebingungan menghubungkan router-nya dengan software billing. Artikel ini akan memandu Anda menyiapkan MikroTik agar siap sinkronisasi otomatis dengan sistem billing.

1. Pastikan RouterOS v7

RouterOS versi 7 ke atas mendukung REST API bawaan — cara komunikasi paling modern antara software billing dan router. Cek versinya di Winbox: System → Resources, atau via CLI: /system resource print. Jika masih v6, upgrade dahulu melalui menu System → Packages → Check for Updates.

2. Aktifkan REST API / API

Beberapa software billing memakai REST API (port 443 atau 80 dengan path /rest), sebagian lagi memakai API klasik (port 8728). Di Winbox: IP → Services, pastikan www-ssl dan api dalam keadaan enabled. Tambahkan pula IP → Services → firewall rule yang mengizinkan akses dari IP server billing saja — jangan buka ke internet umum.

3. Buat User Khusus untuk Billing

Jangan pakai user admin untuk integrasi. Buat user khusus dengan group full (atau custom yang hanya butuh akses ke queue, hotspot, dan firewall) via System → Users. Catat username dan password-nya — ini yang akan dimasukkan ke software billing.

4. Siapkan Profile Hotspot (Jika Ada)

Untuk jaringan hotspot, buat profil dengan kecepatan dan kuota sesuai paket pelanggan: IP → Hotspot → User Profile. Contoh: profil "Paket 10Mbps" dengan rate-limit 10M/10M. Software billing akan memakai profil ini untuk membatasi bandwidth tiap pelanggan secara otomatis.

5. Hubungkan ke Software Billing

Di software billing, tambahkan router baru dengan mengisi: alamat IP router, port API, username, dan password. Contoh di BounceBilling: menu Router MikroTik → Tambah Router. Setelah tersambung, sistem akan otomatis membuat Simple Queue untuk setiap pelanggan, menempatkan user hotspot, dan menyinkronkan IP — tanpa perlu menyentuh Winbox lagi.

6. Uji Sinkronisasi

Tambahkan satu pelanggan percobaan. Pastikan di Winbox muncul queue baru dengan nama sesuai nama pengguna (biasanya billing-namauser). Jika muncul, berarti sinkronisasi berhasil dan pipa billing Anda sudah jalan. Jika tidak, periksa kembali port API, credential, dan firewall router.

Kesalahan umum yang sering terjadi

  • Port API tidak dibuka di firewall router — cek IP → Firewall → Input.
  • RouterOS masih v6 sedangkan billing butuh REST API v7.
  • User API tidak punya hak akses penuh ke queue/firewall.
  • Server billing diblokir ISP Anda sendiri (unblock IP server).

BounceBilling menangani semuanya untuk Anda

Daftarkan router Anda di BounceBilling dan biarkan sistem membuat queue, hotspot user, hingga isolir otomatis. Gratis 7 hari, tanpa kartu kredit.

Coba Sekarang